REKTOR Unsyiah Resmikan Rumah Tahan Gempa Universitas Syiah Kuala melakukan lauching rumah riset tahan gempa di halaman Kantor Tsunami Disanter Mitigation Resenrch center (TDMRC) Ulee Lheue Banda Aceh, Rabu 25 Januari 2012.
Darni Daud dalam Jumpa Pers disela-sela Peresmian itu, megatakan, rumah tahan Gempa ini akan di bangun di sejumlah daerah rawan gempa dengan menggunakan bahan yang berbeda-beda. Namun, ia tidak menepis setiap model rumah tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Sementara, Abdullah, dosen Fakultas Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala, mengatakan, pengembangan rumah dengan sistem pra-cetak yang memiliki sejumlah kelebihan seperti dalam pengawalan mutu, percepatan produksi dan pelaksanaan pembangunannya itu di desain dengan pola SAP 2000.
“Artinya, berapapun kekuatan gempa yang mengancam, rumah riset ini tidak akan roboh. Kecuali terbawa arus air,” katanya.
Disebutkan dia, rumah tersebut didesain oleh mahasiswa teknik sipil Unsyiah, dalam kurun waktu enam bulan, dengan pemilihan bahan untuk mengurangi berat setiap komponen pra-cetak mempunyai pengaruh yang besar dalam pelaksanaan di lokasi pekerjaan.“Karena, ini akan menentukan perlu tidaknya alat berat (crane) dalam memasang dan merakit komponen,” ungkapnya.
Hal serupa juga diungkapkan, Dirhamsyah yang juga dosen Teknik Sipil Unsyiah, Ia menyatakan, rumah sistim pra-cetak menggunakan bahan beton ringan dengan menawarkan kemudahan dalam pelaksanaannya.
“Rumah yang dirancang oleh mahasiswa ini, mampu menahan gempa berapapun kekuatannya, dan, jika seandainya ada masyarakat yang ingin memesan, kami juga siap menampung dengan harga yang di tawarkan paling rendah Rp. 75 juta,” katanya.[]
