Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi, bahan kajian, maupun bahan pelajaran serta cara penyampaiannya, dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi.
Kurikulum seharusnyamemuat standar kompetensi lulusan yang terstruktur dalam kompetensi utama, pendukung dan lainnyayang mendukung tercapainya tujuan, terlaksananya misi, dan terwujudnya visiprogram studi. Kurikulum memuatmata kuliah/modul/blok yang mendukung pencapaian kompetensi lulusan dan memberikan keleluasaan pada mahasiswa untuk memperluas wawasan dan memperdalam keahlian sesuai dengan minatnya, serta dilengkapi dengan deskripsi mata kuliah/modul/blok, silabus, rencana pembelajaran dan evaluasi.
Kurikulum harus dirancang berdasarkan relevansinya dengan tujuan, cakupan dan kedalaman materi, pengorganisasian yang mendorong terbentuknya hard skills danketerampilan kepribadian dan perilaku (soft skills)yangdapat diterapkan dalam berbagai situasi dan kondisi.
1 Kompetensi
Kompetensi utama lulusan
|
1. Kemampuan untuk mengidentifikasi konteks yang luas dari permasalahan teknik sipil, termasuk masalah kondisi, mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi dan menghasikan strategi sebagai alternatif solusi. 2. Kemampuan untuk mendesain elemen dasar teknik sipil, komponen sistem dan proses, memiliki pemahaman yang baik tentang keselamatan yang terkait kualitas, jadwal, dan pertimbangan biaya. 3. Kemampuan untuk bekerja di laboratorium, lapangan, dan upaya pengumpulan data yang umum digunakan, melalui pengukuran secara teknik untuk mendukung penelitian, dan pemecahan masalah teknik sipil. 4. Kemampuan untuk menerapkan ilmu matematika, ilmu pengetahuan, dan teknik komputasi secara sistematis dan komprehesif secara tepat untuk mendukung penelitian dan pemecahan masalah teknik sipil. 5. Kemampuan untuk menguraikan hasil analisa untuk memberikan solusi rekayasa konstruktif dan kreatif yang mencerminkan kepekaan solusi dan lingkungan. 6. Kemampuan untuk memiliki keterampilan dalam kelompok kerja yang baik dan sebagai anggota aktif dalam tim multi disiplin ilmu. 7. Kemampuan untuk menyampaikan solusi teknis kepada khalayak/masyarakat yang beragam secara lisan, tertulis, dan grafis komunikasi. 8. Kemampuan untuk memahami pentingnya tangung jawab profesional dan etis dari insinyur teknik sipil, dan memahami kode etik dan sumber lainnya sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan secara profesional etis. 9. Kemampuan untuk memahami sifat evolusi desain teknik sipil dan praktek, mengenali kebutuhan, dan tetap mengikuti perkembangan terakhir yang terjadi di lapangan. |
